selamat datang di Indonesia, negeri tercantik sejagat raya. lihatlah keindahan, budaya, insan, kuliner, wisata, keunikan dan apa saja tentang Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Budayawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budayawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

W. S. Rendra (1935-2009)

Rendra (Willibrordus Surendra Bawana Rendra), lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai “Burung Merak”. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, kemudian ia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok, pada bulan Oktober 1985. Semenjak masa kuliah ia sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.

Senin, 30 Mei 2011

Bagong Kusudiarjo (1928-2004)

Sosok Bagong Kusudihardjo yang lahir 9 Oktober 1928 dan meninggal 15 Juni 2004 adalah sosok yang senantiasa menginginkan adanya perubahan dan perkembangan. Tetapi pada kenyataan yang ada, semuanya itu telah mengungkung kreatifitas banyak orang, hal itulah yang menimbulkan rasa ketidakpuasan pada diri Bagong Kusudihardjo. Menurutnya bahwa tradisi dipandang sebagai suatu "kamar sumpek", yang memberi sekat-sekat dalam kreatifitas seseorang, ia sebagai penari dan penata tari menjadi gelisah oleh keadaan itu.

Senin, 23 Mei 2011

Sanusi Pane (1905-1968)

Sanusi Pane, sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Pria kelahiran Muara Sipongi, Sumatera Utara, 14 November 1905, ini juga berprofesi sebagai guru dan redaktur majalah dan surat kabar. Ia juga aktif dalam dunia pergerakan politik, seorang nasionalis yang ikut menggagas berdirinya “Jong Bataks Bond.” Karya-karyanya banyak diterbitkan pada 1920 -1940-an. Meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968.

Minggu, 22 Mei 2011

Amir Hamzah (1911-1946)

Tengku Amir Hamzah kecil, menghabiskan pendidikan HIS dan belajar mengaji di belakang Masjid Azizi Langkat. Kemudian melanjutkan pendidikan MULO di Medan dan Batavia. Semenjak sekolah AMS jurusan Sastra Timur di Solo, kepenyairannya semakin terbentuk. Di kota solo, Amir Hamzah aktif dalam pergerakan kebangsaan menuju Indonesia Merdeka dan terpilih menjadi Ketua Indonesia Muda cabang Solo pada Kongres Indonesia Muda pertama. Selanjutnya Tengku Amir Hamzah pindah ke Batavia belajar ilmu hukum di Recht Hoge School sampai tingkat kandidat. Bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane, Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru dan mengelolanya, hingga pecah perang dunia kedua.